Recent Articles

Posted January 15, 2019Comments are off | Game

Pro Evolution Soccer 2019: Grafis Indah, Minim Lisensi

Pro Evolution Soccer atau PES merupakan permainan game sepakbola populer yang hampir dimainkan oleh seluruh di seluruh dunia. Maka tak heran, jika permainan ini dijuluki dengan game sepakbola sejuta umat. Setiap tahunnya  Konami selaku pemilik waralaba game ini, rutin untuk mengeluarkan seri terbaru tiap tahunnya. Tampilan grafis dalam PES 2019, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tampilan seri sebelumnya. Konami hanya merombak lisensi dan menambahkan improvisasi grafis serta animasi yang sedikit terasa sepanjang permainan berlangsung. 

PES 2019 kembali menggunakan FOX Engine yang digunakan untuk menggarap kualitas visual dalam game misalnya tampilan fisik tiap pemain. Minim atau tidaknya lisensi sangat mepengaruhi kualitas visual dalam game, karena penampilan fisik para pemain akan terlihat mirip dengan aslinya jika memiliki lisensi resmi klub. Sebagaimana yang dilansir melalui situs kompas.com, UEFA telah memutuskan kerjasama yang terbangun selama 10 tahun dengan Konami perihal lisensi Liga Champion dan Liga  Europa. Sehingga, Konami hanya mengandalkan lisensi dari liga saja, yang nantinya akan berpenaruh pada nama klub hingga lambang klub yang dipakai.  

Meski begitu PES 2019 hadir dengan tampilan grafis yang menakjubkan sebagaimana terlihat dari kualitas pencahayaan, pewarnaan yang lebih realistis dan kualitas bayangan yang lebih baik. Misalnya ketiak pemain terjatuh, jersey yang digunakan akan terlihat control serta ada kotoran yang menempel di wajahnya. Kemudian, penggunaan teknologi artificial intelligence yang lebih baik sehingga permainan akan disesuaikan dengan situasi pertandingan atau lapangan. Misalnya ketika bermain di lapangan basah, pemain akan sulit melakukan kontrol pada bola serta alirannya pun makin berat. Lalu, pada lapangan bersalju yang dingin, embun nafas pemain akan juga terlihat. 

Fitur baru dalam seri ini ini adalah Quick Sub, 11 skill trait dan MyClub. Pertama, Quick Sub dapat mengganti pemain pada saat bila mati tanpa menekan tombol pause.Namun hanya diperbolehkan pergantian pemain dalam satu waktu saja. Fitur ini bekerjasama dengan Visible Fatigue yang menampilkan stamina pemain. Kedua, 11 Skill Trait, yang mana akan menampilkan skill sebenarnya yang dimiliki oleh pemain. 11 ketrampilan baru tersebut temasuk mengoper bola tanpa melihat dan lebih fokus pada individualitas. Hanya saja fitur ini bisa dimanfaatkan jika pemain dilatih terus menerus sesuai dengan kemampuan yang dimliki seperti kemampuan chip shot control atau dripping shot.  

Ketiga, MyClub. Sebenarnya fitur ini sudah ada pada seri-seri sebelumnya. Namun pada seri 2019, Konami merombaknya agar lebih detail. Misalnya dalam segi pemain, yang mana kita bisa mendapatkan 1 pemain yang sama dengan jumlah lebih dari 1. Dan dari awal juga MyClub sudah mendapatkan 1000 pemain. Kemudain, skill trainer. Yang mana pemain dalam skuad kita bisa memiliki skill yang ada pada pemain lain. Tujuannya memberikan keleluasaan terhadap pemain favorite dalam tim. Lalu, 1 pemain hanya seharga 100 coin. Dulu pembelian setiap pemain sebesar 10000 GP, pada seri ini hanya dibutuhkan 100 myCluB Coin saja. Peningkatan kemampuan bek dan kiper juga sudah dilakukan oleh Konami bila dibanding seri terdahulu. 

Meskipun ada beberapa detail yang ditambahkan dalam MyClub, nyatanya bagi beberapa pengguna masih dianggap monoton karena sedikit penambahan pada detail pemain saja. Kemudian, berkurangnya lisensi yang dianggap kurang menarik karena klub andalan pengguna seringkali tidak ada dan hanya menggunakan nama samaran. Itu cukup menjengkelkan karena harus memilih logo dan lain-lain. Namun, dengan improvisasi grafis serta penambahan pada gameplay, tidak salah jika pecinta game sepakbola memainkan ini. Selamat mencoba dan anda bisa coba poker online di dewajudi online.

Tags:

Comments are currently closed.